Hallo Anantha

Web Browser ku

Posted by: Nanta on: April 21, 2008

Setiap orang yang ingin berinternet ria pasti tidak asing lagi dengan browser. Setiap kali kita ingin menuju ke suatu url, kita tak jarang menggunakan browser.  Selama ini saya baru mencoba tiga browser, yaitu Internet Explorer, Mozilla Firefox dan Safari. Masih ada beberapa browser lain seperti Opera, Netscape, Lynx dan mungkin yang lainnya ( ndak tau yang lainnya apaan :D ).  Setiap browser memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Ada yang bilang Internet Explorer punya banyak celah sekuriti, ada yang bilang Firefox asik karena banyak add on nya, ada yang bilang juga safari lebih kencang. Wah tapi saya enggak tau lah tentang itu semua. Sempet baca – baca juga mengenai perbandingan beberapa browser dari suatu majalah komputer. Tapi sayang sudah lupa materi nya waktu itu. :D

Kali ini saya iseng – iseng mencoba menangkap gambar dari ketiga browser yang pernah saya gunakan tersebut. Nah ini gambarnya 

Saya mengambil gambar Internet Explorer versi 6.0 , Mozilla Firefox  versi 2.0.0.14 , dan Safari 3.1.1 . Dari sisi tampilan, memang Safari memang lebih caem ya :D . Itu menurut saya lho. Bagaimana menurut Saudara ??

Bagi yang ingin mengenal bermacam – macam web browser, ini saya kasi link ( wikipedia ) :D

Gak Mandi Sore, Main Tak Mau

Posted by: Nanta on: April 20, 2008

Minggu yang tenang. Hari untuk bersantai ria sampai bermalas malasan. Saya bangun agak terlambat. Mungkin akibat malamnya begadang kali ya. Pagi hari cuaca cerah sekali. Sayang saya terlambat bangun pagi ini jadi tidak menikmati udara pagi. Tapi tidak apa – apalah. Seharian ini saya habiskan untuk bersantai – santai, walaupun sedikit bersih – bersih kamar juga. Keringat hari ini pun tidak banyak. Alhasil jadi males mandi pagi. Tapi karena sekalian membersihkan aquarium si kurok, jadi wajib mandi deh. Setelah itu lanjut lagi kemalasan hari ini. Ngenet – ngenet ga jelas. Browsing sana sini. Hampir keseluruhan hari ini hanya duduk di kursi sambil ngenet. Jam dua siang, datang seorang teman. Lalu saya mengajaknya untuk berenang. Eh ternyata cuaca nya menjadi mendung, bahkan sudah gerimis. Batal deh renangnya. Akhirnya kemalasan berlanjut lagi. Malah menjadi – jadi, mengingat cuaca yang adem di luar.

Sorepun masih ngenet ga jelas. Sampai mulai males mandi sore karena ga keringatan hari ini. Tapi badan kok rasanya ga enak kalo ga mandi, rasanya ngantuk dan terus – terus bermalas – malasan. Akhirnya nekat juga mandi walaupun hari sudah bertambah dingin karena sudah beranjak malam. Segar rasanya. Bahkan menghilangkan rasa ngantuk dan malas. Seperti dibersihkan dari setan – setan ngantuk dan malas :D . Wah kalau ngomong mandi sore jadi teringat lagu yang dulu pernah dilantunkan Ibu saya waktu saya kecil.

Mandi Pagi Kalau biasa …

Sejuk , dingin tidak terasa …

Sore hari kalau tak mandi …

Badan lesu main tak mau …     :D

Jenuh, Tapi harus sabar dan telaten

Posted by: Nanta on: April 19, 2008

Semalam bersama Hendra, saya mengalami kejenuhan. Kami mencoba software simulasi dengan penambahan modul baru IPv6SuiteWithINET pada Omnet++. Kami iseng – iseng mencoba menambahkan modul tersebut. Tapi sayangnya eror terus saat di compile. Berikut pesan erornya.

Berbagai cara pun dipakai untuk mengakali modul tersebut. Mulai dari install ulang berkali – kali, sampai mengkanibal source – source yang ditambahkan. Sampai – sampai akhirnya saya jenuh. Dan mulai melakukan ritual – ritual ngenet ngenet ga jelas :D . Tetapi teman saya yang satu ini malah berkata, “Nginstall ki memang kudu sabar mbek telaten “. Wah jadi kagum juga saya. Padahal saya dah ngenet ngenet ga jelas, download – download lagu :D . Sampai pada akhirnya hal tersebut belum terpecahkan juga. Jelas saja, lha developernya saja menuliskan begini “ IPv6SuiteWithINET is not used any more and I would not suggest anybody to start doing serious work with it. It is better to add the required functionality to INETFramework. ” pada homepage Omnet++.  Tapi kami tetep nekat aja. Tapi inti dari tulisan ini, melakukan segala sesuatu yang susah harus tetap sabar dan tekun ( dalam bahasa Indonesia kali ini :D ).

Bagi yang tau solusi permasalahan kami tentang IPv6SuiteWithINET pada Omnet++ bisa tolong disharing. Kami sangat membutuhkannya. :D Terima Kasih

Listen to “Statistik”

Posted by: Nanta on: April 18, 2008

Dua hari yang lalu saya mengikuti dua mata kuliah yang berbeda. Dari kedua mata kuliah tersebut, saya mendengar sebuah kata yang cukup menyelenting telinga saya. Statistik. Saya juga bingung mengapa secara kebetulan kata tersebut diucapkan oleh kedua dosen mata kuliah tersebut. Ya sebuah kata yang mungkin acap kali didengar. Tapi kali ini menyelenting telinga saya.

Salah satu dosen mengaitkan kata statistik dengan suatu sistem politik dan tata kota. Beliau menyebutkan, dengan statistik seorang petinggi kota bisa tahu apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kotanya. Sebagai contoh mengenai perkiraan subsidi kesehatan rumah sakit. Seorang petinggi kota dapat memperkirakan berapa besar alokasi dana yang dikeluarkan melalui data penduduk, baik itu yang mampu atau yang tidak. Hal ini menjadikan alokasi dana tepat guna.

Dosen yang kedua mengaitkan statistik dengan penelitian – penelitian. Beliau menceritakan mengenai penelitian yang dilakukan di Sungai Nil. Penelitian tersebut dilakukan untuk mencari pola banjir yang diakibatkan oleh sungai Nil. Awalnya semua orang mengatakan “hanya Tuhan yang tahu” tapi penelitian tersebut tetap saja dilakukan. Alhasil walaupun membutuhkan waktu yang lama ( bisa sampai berabad – abad juga kalau mungkin ) ditemukanlah pola banjir tersebut. Dari situ beliau berkata ” Oleh karena itu penelitian apa pun dengan statistik dilakukan untuk meramalkan kejadian yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang “.

Beliau mengatakan juga ilmu statistik itu penting. Waduh.. :( padahal saya udah lupa ama ilmu statistik. Apalagi waktu ngambil kuliahnya cuman dapet nilai minim :D

Indonesia Gemar Menyumbang

Posted by: Nanta on: April 17, 2008

Rakyat Indonesia merupakan rakyat yang gemar berfilantropi. Filantropi merupakan kegiatan kedermawanan yang dapat berupa kegiatan menyumbang. Hal ini saya dengar ketika saya menyaksikan suatu acara di salah satu televisi swasta. Dikatakan pada tahun 2007 sebesar 98,6 % masyarakat merupakan masyarakat yang gemar berfilantropi. Data ini diambil dengan jumlah responden dari 11 Kota besar di Indonesia. Filantropi dapat dikatakan menjadi budaya dalam masyarakat. Hal ini membuat saya berpikir rakyat Indonesia ternyata penderma juga ya. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan budaya masyarakat Indonesia. Kalau di Indonesia, ketika suatu keluarga kedatangan tamu dan keluarga tersebut sedang makan, maka tamu yang datang dipersilakan untuk makan. Kalau di luar negeri, tamu yang mau datang harus telpon dulu, kalo enggak telpon ga direken :D ( hanya guyon ). Awal mulanya filantropi dilakukan oleh personal, lalu diikuti oleh korporat – korporat yang mempunyai benefit yang cukup besar. Bahkan kini sering diwadahi oleh LSM. Para filantropis biasanya meminta feedback atas sumbangan yang dia berikan.

Filantropi rakyat bertuju pada kegiatan – kegiatan seni, budaya, bencana alam, pendidikan, agama dan ekonomi. Tetapi akhir – akhir ini pendidikan dan agama menjadi jarang dijadikan ajang berfilantropi. Hal ini berkaitan dengan semakin berkurangnya sarana tempat menyumbang untuk pembangunan tempat beribadah dalam bidang agama serta situasi akhir ini yang sedang Pilkada. Para Calon Ketua Daerah banyak sekali yang berjanji akan mengurangi biaya pendidikan. ( Alhasil , I don’t know ) Hal ini menjadikan rakyat lebih memilih kegiatan – kegiatan lainnya untuk berfilantropi. Alasan prestise bagaimana ?? Apakah sudah mirip artis Hollywood yang ingin mencari prestise?? Tampaknya trend Indo memang ada yang ke arah sana, tapi untuk saat ini belum begitu tampak.

Sayangnya moral positif bangsa kita ini menjadi rawan jika jatuh pada tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab. Selain itu kegiatan filantropi yang masih belum teratur juga menjadi permasalahan. Hal ini menjadikan sering adanya no name dalam kegiatan filantropi. Selain itu ada pandangan yang menyebutkan bahwa kegiatan filantropi yang positif ini jangan sampai menciptakan pengemis – pengemis baru. Hal ini dilandasi dengan prinsip semakin banyak yang memberi semakin banyak pula yang menerima :D .

Sebagai arah ke depan, kegiatan filantropi dianjurkan terorganisir dengan baik dengan adanya lembaga – lembaga penyaluran seperti foundation. Selain itu adanya konsep investasi sosial dari kegiatan filantropi sehingga kegiatan tersebut cukup memberi arti yang bermanfaat bagi masyarakat.

Belajar Genggaman Raket Bulutangkis

Posted by: Nanta on: April 14, 2008

Akhir – akhir ini saya menjadi lumayan suka dengan olah raga yang bernama bulutangkis. Terima kasih buat temen – temen kampus yang sering mengajak saya main bulutangkis. Awalnya saya cuman suka nonton pertandingan bulu tangkis. Bahkan bisa dibilang saya agak jarang bermain bulu tangkis. Padahal di depan rumah saya yang di kampung ada lapangan bulu tangkis. Gratis pula kalo main di situ. Sayang sekarang dah jadi kos – kosan. :(
Dalam tulisan ini mari kita belajar sedikit mengenai teknik bermain bulu tangkis yaitu teknik memegang raket bulu tangkis ( Gripping ) yang benar. Teknik ini saya pelajari dari teman saya yang jago banget main badmintonnya, Ari Kuncoro.
Dalam bermain bulu tangkis, memukul shuttle cock sebenarnya tidak ditentukan oleh seberapa kuat anda mengayunkan tangan, tetapi ditentukan oleh pegangan raket dan gerakan tenaga pergelangan tangan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah genggaman raket. Hal ini menjadikan pukulan kurang efisien dan juga menguras tenaga.
Genggaman raket pada saat forehand dan backhand berbeda. Berikut gambaran mengenai teknik gripping.

Gambar Posisi Genggaman Raket Forehand

Gambar Posisi Genggaman Raket Backhand

Ketika memukul shuttle cock, kita harus tahu kapan akan akan menggunakan gripping backhand dan kapan akan menggunakan gripping forehand. Memang awalnya susah. Saya juga sampai saat ini belum bisa. Tapi menurut teori, jika kita berhasil melakukannya maka pukulan kita akan semakin efisien alias keras dan tidak menguras tenaga. Percaya ga percaya ?? Buktiin aja sendiri. :p ( gambar dan materi diambil dari www.bulu-tangkis.com )

Mengatasi Trauma ( Liftnya dah bener )

Posted by: Nanta on: April 12, 2008

Lanjutan dari posting sebelumnya, akhir akhir ini saya menjadi takut naik lift. Mungkin ini yang dinamakan trauma ( sedikit trauma ). Setiap kali diajak naik lift oleh teman, saya lebih memilih jalan kaki naik tangga saja. Apalagi sendirian naik lift, Woi ngerinya. :D Tapi berbeda kejadiannya tadi malam.

Ceritanya begini. Setelah pulang dari acara di lain tempat, saya pergi ke kampus untuk sekedar main saja. Saya mendengar teman teman saya akan mengadakan pesta Dota di kampus ( main dota maksudnya ). Jadi saya coba untuk datang ke lab. di lantai 4. Waktu itu menunjukkan pukul 21.45. Saya berpikir teman teman saya pasti masih di sana. Setelah sampai di kampus, saya langsung menuju ke labtek VIII. Ketika sampai di labtek VIII saya melihat beberapa orang hendak naik lift dari lantai satu. Saya berpikir nggak lagi deh naik lift ini dulu. Bahkan orang orang tersebut menunggu saya dengan menahan pintu agar tetap terbuka. Tapi saya melambaikan tangan, tanda tidak ingin naik lift tersebut. Saya lebih memilih naik tangga saja. Daripada ntar malam stuck di lift bakal tinggal di lift dah :D . Setelah sampai di lantai 4, saya tidak mendapati teman teman saya. Eh ternyata mereka tidak jadi bermain dan bermalam di lab. So saya jadi sendirian,  cuman ngenet2 ga jelas dan main game sendirian ga jelas. Tiba – tiba ada seorang senior datang. Hari itu sudah larut malam. Saya akhirnya ingin pulang dari lab. kira – kira pukul 00.15. Setelah keluar dari pintu lab, saya melihat lagi ke arah lift. Saya lalu berpikir, naik lift ga ya?? Pada saat itu lift sedang berada di lantai basement. Tiba – tiba tangan saya langsung menekan tombol lift. Saya memberanikan diri untuk naik lift, sendirian pula. Akhirnya pintu lift pun terbuka. Lalu saya menaikinya dan menekan tombol 2 yang artinya akan berhenti di lantai 2. Saya belum berani untuk berhenti di lantai 1. Lift pun berjalan. Saya sedikit cemas, terutama ketika di lantai 3 lift sempat menyendat. Fuih.. untunglah tidak stuck. Dan akhirnya terbuka lah pintu lift di lantai 2. Selamatlah saya. :D Yang saya heran mengapa saya nekat juga untuk naik lift. Mungkin karena saya udah capek dan kemaleman kali ya. Intinya saya sudah berhasil melawan rasa trauma saya walaupun cuman trauma sesaat saja.

Melihat dari kejadian ini, terbesit juga dalam benak saya apa yang dilakukan orang – orang yang ikut dalam acara televisi Fear Factor atau acara sejenis. Saya pernah melihat dalam acara televisi sebuah tantangan untuk orang yang takut akan hiu. Orang tersebut di tantang untuk berenang di perairan lepas sendirian membawa tongkat untuk memukul mulut ikan hiu. Ikan hiu akan pergi ketika kita berhasil menyentuh mulutnya. Dan orang tersebut berhasil, bahkan orang tersebut seorang cewek pula. Jadi intinya ketakutan bisa dilawan. Lawanlah ketakutanmu dengan aksi nyata. Jangan hanya berangan angan saja.

Terjebak di Lift

Posted by: Nanta on: April 8, 2008

Hal ini terjadi pada hari Senin 7 April 2008. Saya terjebak di lift kampus. Pada hari itu saya mengalami kejadian kejadian yang cukup sial, termasuk salah satunya terjebak di lift. Sebelumnya saya hendak mengurus nomor polisi kendaraan saya dan STNK saya. Tapi sayangnya samsat Coblong yang ada di jalan Surapati tidak dapat mengurusnya lagi seperti yang diinfokan teman saya. Setelah lelah gagal mengurus nomor polisi kendaraan, saya buru – buru ke kampus untuk mengejar kelas Antena. akhirnya saya sampai di kampus 20 menit sebelum kelas dimulai. Berhubung kelas masih 20 menit lagi, saya berpikir untuk pergi ke Lab. Telematika untuk mengambil VGA card. Setelah sampai di Gedung Elektro, saya melihat lift terbuka di lantai satu, hal yang jarang beberapa hari ini karena lift ini rusak dan belum diperbaiki.  Saya langsung menaikinya bersama dengan satu mahasiswa lain dan satu karyawan ITB. Saya berpikir lift telah diperbaiki sehingga dapat terbuka di lantai 1 lagi. Pintu lift pun kami tutup. Dan ternyata alah mak, macet sudah liftnya. Tidak bergerak sama sekali. Kami pun terjebak di lift. Setelah mencoba tenang selama lima menit ( berharap ada yang memencet tombol lift di lantai lantai berikutnya ), akhirnya kami sedikit panik. Hal ini ditambah pula dengan tidak adanya sinyal mobile phone. Ketakutan saya menjadi jadi. Suasananya menjadi panas di dalam lift. Saya berpikir akan kehabisan Oksigen, tapi itu hanya ketakutan saja menurut saya. Kami pun mencoba membuka pintu lift. Bahkan saya berteriak TOlong ketika berhasil membuka pintu sedikit dan melihat cahaya dari luar lift. Setelah mencoba membuka pintu lift untuk sekedar mendapat udara segar, akhirnya saya mendapatkan sinyal mobile phone juga walaupun cuman satu strip. Buru – buru saya menelpon teman saya untuk meminta tolong. Saya sedikit lebih tenang lagi, dalam hati saya paling tidak ada orang yang tahu saya terjebak di lift dan akan segera ditolong walaupun teman saya tersebut masih berada di rumahnya. Tapi lumayan juga ternyata kami menunggu. Akhirnya Karyawan ITB yang ikut terjebak bersama saya menyuruh saya untuk menelpon petugas yang ada di LSKK. Untungnya petugas tersebut dengan sigap membantu kami. Tapi masih ada satu problem lagi, pintu lift tidak bisa terbuka karena lift ternyata telah naik 3/4 lantai. Jadi kami harus menunggu lagi untuk keluar dari situ. Lift akhirnya dipancing ke lantai bawah dan terbuka. Syukurlah batin saya.

Ini pengalaman saya yang pertama terjebak di dalam lift. Rasanya hampir sama ketika saya terjebak sendirian di dalam kamar mandi di tempat les saya waktu SMP dulu. DEg Degan.. :D . Bagi mahasiswa lain, berhati hatilah terhadap lift Elektro. Klo terjebak di lift Yang penting jangan panik, supaya suasananya ga jadi tambah panas. Untuk Dept. Elektro mbok ya o dibenerin tuh lift kasian yang lain. Sekian dulu pengalaman saya.

Badai Bandung ( Kampus ITB )

Posted by: Nanta on: April 4, 2008

Hari Senin yang lalu cuaca Bandung aneh. Beberapa hari panas, cuaca jadi mendung. Saya kira sudah mulai musim panas. Eh gak disangka sangka Senin ini hujannya ga karuan, bisa disebut badai pula. Malahan setlelah melihat di Televisi Bandung terkena hujan es. Sampai sampai ada sebuah warung yang rusak karena hujan es ini.

Berlanjut ke hari Senin yang ada Badai lagi. Cerita punya cerita sehabis pulang dari kuliah Antena yang maut sekali, saya bersama teman ingin pulang segera karena besoknya UTS antena. Kami jalan buru – buru menuju parkiran. Di tengah perjalanan menuju parkiran, cuaca jadi ga karuan. Langit gelap, angin bertiup kencang ( halah kayaknya sandiwara radio aja ) :D Dan akhirnya kami terjebak di kampus akibat hujan disertai badai angin.

Hujan di Bandung kali ini memang aneh. Anginnya sangat kencang. Kata teman saya, hujannya menyerang manusia seperti peluru yang ditembak dari langit. :d Temen saya malah bilang aneh lagi, untung kita masih di kampus bisa foto – foto kejadian langka. :D ( Dasar nih orang ) Memang hujan ini aneh sekali. Beberapa hari panas tanpa hujan, langsung dirapel hujan dasyat gini. Sampe2 Kampus ITB pun banjir. Sampe2 mahasiswa mahasiswa harus basah basahan. :d

banjir1banjir2

Bahkan ada beberapa pohon dan tiang lampu yang tumbang. Sampe2 ada yang pohon yang menimpuk mobil orang yang lagi diparkir. Kasian bener.

ketiban1ketiban2

Tapi untungnya yang namanya hujan pasti reda. Jadi bisa pulang walaupun harus berbasah basah ria. :D

Sayang denger2 ada mahasiswa ITB yang kecelakaan kejatuhan pohon tumbang gede di mobilnya ketika beliau sedang menuju kampus. Semoga lukanya tidak parah dan lekas sembuh.

openvpn gui manager

Posted by: Nanta on: April 2, 2008

OpenVPN User Manager 1.1

Basically, most of this post is taken from http://www.mertech.com.au/mertech-products-openvpnusermanager.aspx. OpenVPN user manager is a tool to manage the openvpn server. this tool is designed to make viewing and managing your OpenVPN server painless. This is features of OpenVPN User Manager 1.1 :
1. General information about users
2. Instant search of users, servers, logs and time blocks
3. Tracking of users, collects connection/disconnection times and bytes sent/received.
4. Ability to ‘Kill’ users from the application
5. Custom log file creator (you can make your own templates for data logs)
6. OpenVPN User Manager can now use the Management console to receive all information
7. [Removed] Full ASP.NET 2.0 web server built in with web access to server information (removed in version 1.0 due to rewrite)
8. Pie Chart of user’s upload and download.
9. Ability to switch between a Management connection or a status file to update users

How to setup :

Set the management option in your openVPN configuration file

add this line on your configuration file :

management 192.168.0.1 7505 pass.txt

Then click start your openvpn user manager 1.1. Click manage server and add server. After that fill IP address, port and password. The password is the first line on pass.txt. Finally you can monitor your openvpn server.

This is sreenshots openvpn user manager that i used.

openvpn guitabel openvpnmngr

Pages

 

December 2009
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

My !Yahoo

Community

Amateur Radio Club ITB

Balikpapan blogger



KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog
Indonesia
Personal blogs

Foto2

DSC00009

DSCF0724

CIMG3190

More Photos

Peta-Pengunjung