Hallo Anantha

Entries categorized as 'Opini'

Dua Gentong Air

May 7, 2008 · 11 Comments

Setelah beberapa vakum dari kegiatan menulis, kali ini saya ingin menulis mengenai sebuah cerita. Cerita ini saya dapat ketika saya mengikuti suatu acara.

Pada sebuah desa yang terletak pada dataran tinggi, hidup seorang pembawa gentong air. Desa tersebut kaya sekali dengan sumber mata air. Desa - desa sekitarnya selalu membeli air dari desa tersebut. Alhasil pembawa gentong air tersebut selalu sibuk dengan kegiatannya menggendong gentong air kepunyaanya. Sayang beliau hanya memiliki dua gentong air saja. Gentong air yang tidak begitu besar namun cukup untuk membawa air ke desa - desa lainnya. Kedua gentong air ini pun selalu setia pada majikannya. Satu dipikul di kanan, dan yang satu lagi dipikul di kiri. Mereka selalu senang ketika melewati tebing dan jurang yang dilewati pembawa gentong air dari satu desa ke desa yang lainnya.

Suatu ketika salah satu gentong tersebut tak sengaja jatuh dan retak. Untungnya gentong air tersebut masih bisa digunakan walaupun hanya sanggup membawa 3/4 kapasitas biasanya. Itupun belum termasuk yang menetes karena ada retakan kecil pada bagian bawah gentong yang membuat air menetes pelan. Gentong air yang retak tersebut merasa rendah diri. Sering kali ia menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat mengangkut air yang banyak bagi tuannya. Gentong yang tak retakpun selalu menghibur gentong yang retak tersebut, katanya “tenang saja saudaraku, aku akan membawakan air yang cukup bagi tuan kita” . Tetapi tetap saja gentong yang retak tersebut merasa sedih. Pembawa gentong pun tak ayal juga sering memberi penghiburan bagi gentong yang retak tersebut. Setiap perjalanan berangkat , ia selalu dipikul di sisi kanan dengan air yang hanya 3/4 isi, bahkan sering tinggal 1/2 nya saja ketika sampai tujuan. Tak jarang pula gentong tersebut sedih meratapi nasibnya yang retak.

Beberapa bulan kegiatan tuan pembawa gentong air tetap setia menggunakan kedua gentong tersebut, walaupun yang satu retak. Pagi hari mereka berangkat ke desa lain dengan gentong yang retak di sisi kanan. Dan pulang dengan membawa penghasilan untuk keluarga pembawa gentong tersebut. Hingga pada suatu hari, ketika dalam perjalanan pulang pembawa gentong merasa lelah. Ia pun terduduk dan menempatkan kedua gentong di depannya sambil menghadap ke sisi kiri perjalanan pulang. Ia pun berkata :

Aku memikulmu yang retak di sisi kanan pada perjalanan berangkat. Dan memikulmu pada sisi kiri ketika perjalanan pulang. Lihatlah ( sisi kanan perjalanan berangkat atau sisi kiri perjalanan pulang ) , rerumputan dan bunga - bunga ini tumbuh subur dan indah. Inilah karyamu. Lewat tetesan air yang engkau teteskan saat perjalanan berangkat. Tanpamu, rerumputan dan bunga - bunga ini tidak akan tumbuh subur.

Kedua gentong tersebutpun tersenyum dan menyadari hal itu.

Setiap manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing - masing. Terkadang kita terlalu sombong akan kelebihan kita. Tak jarang pula kita terlalu rendah diri akan kekurangan kita. Kekurangan dan kelebihan selalu ada dan menghiasi kehidupan manusia. ( BPSK )

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini
Tagged: , ,

Life is what happens to you while you’re busy making other plans

April 27, 2008 · 11 Comments

Setiap orang sesekali membuat berbagai rencana dalam hidupnya. Rencana - rencana yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Tetapi terkadang kehidupan sering tidak sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Bahkan kadang kala, orang - orang terlalu sibuk untuk membuat rencana sehingga semua yang seharusnya dilakukan tidak dapat dilakukan dengan benar.

Life is what happens to you while you’re busy making other plans , kalimat ini saya kutip dari seorang tokoh bernama John Lennon.

Kalimat ini memberikan inspirasi bagi saya karena selama ini  selalu disibukkan dengan banyak berangan - angan dan menyusun rencana. Memang benar kata orang pintar, perencanaan dalam suatu hal memang harus lebih besar dari pelaksanaan. Tetapi kenyataan pada diri saya, perencanaan besar tapi hasil nihil :( . Kalimat dari John Lennon itu berarti cukup dalam. Setiap kita mempunyai keinginan, maka kita harus cepat dalam bertindak. Jangan terlalu bertele - tele, yang nantinya malah membuat waktu terbuang sia - sia. Langkah - langkah memang harus diperhitungkan dalam mencapai tujuan agar tidak jatuh dalam kegagalan. Tetapi rencana tersebut harus dipikirkan dengan cepat. Dan dieksekusi juga dengan cepat. Jangan hanya terlalu memikirkan rencana, yang nantinya rencana tersebut hanya menjadi angan - angan saja.

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini
Tagged: ,

Bukan Cacing, Ini Naga

April 25, 2008 · 9 Comments

Bercanda dengan teman - teman memang mengasyikan. Kali ini saya bercanda ria dengan beberapa teman saya. Nakalnya pada jam pelajaran pula. Canda ria kali ini berputar pada berat badan. Saya mempunyai seorang teman, namakan saja teman saya itu si A. Si A ini bisa dibilang gembrot. Bahkan ketika teman saya yang satu lagi, namakan saja si B, bertanya “A piro abotmu?” ( A berapa beratmu? ). Si A menjawab dengan santai 115 Kg. Walah.. Kaget juga saya. Usul punya usul si B ini bisa dibilang ceking ( kurus ). Si B ini pun sering kali gemes dan menggoda si A. Yah bercanda ria bersama teman - teman.

Lanjut mengenai canda ria kami, si B berkata ” wah A mbok dibagi beratmu.. 2 kg saja..”. Si A pun hanya senyum - senyum saja. Si B berkata ” beratmu 2 kali lebih berat ku lo A, ak ga ada 50 “. Si B pun berani menantang si A untuk lomba makan. :D . Tapi itu hanya bercanda. Maka saya pun ikut nyeloteh ” wah B kowe wae seng kekuruen ” ( Wah B , kamu aja yang kekurusan ) . Si B pun menjawab ” iyo e.. padahal manganku yo wes akeh ” ( Iya e, padahal makan ku juga sudah banyak ). Aku pun menjawab ” Wah cacingan iku, ngombe obat kono lho ” . Dan tak disangka - sangka si B menjawab ” WAH GAK CACING MANEH, NAGA IKI SENG ONO NENG WETENGKU”  :P . ( wah bukan cacing lagi ini, naga yang ada di perutku ) . Saya pun bersama dua orang teman saya langsung menahan - nahan gelak tawa karena takut kena marah oleh dosen. Lucu juga jawaban teman saya ini.

Ga disangka -sangka jawaban si B seperti itu. Saya langsung teringat Naruto yang punya monster rubah ekor sembilan dalam perutnya. Wah mirip banget si B dengan Naruto, Seorang Jinchuriki.. hahahahaha :D . Punya monster dalam tubuh. hehehe. just a joke

Categories: Crita Singkat · Opini
Tagged: ,

Web Browser ku

April 21, 2008 · 5 Comments

Setiap orang yang ingin berinternet ria pasti tidak asing lagi dengan browser. Setiap kali kita ingin menuju ke suatu url, kita tak jarang menggunakan browser.  Selama ini saya baru mencoba tiga browser, yaitu Internet Explorer, Mozilla Firefox dan Safari. Masih ada beberapa browser lain seperti Opera, Netscape, Lynx dan mungkin yang lainnya ( ndak tau yang lainnya apaan :D ).  Setiap browser memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Ada yang bilang Internet Explorer punya banyak celah sekuriti, ada yang bilang Firefox asik karena banyak add on nya, ada yang bilang juga safari lebih kencang. Wah tapi saya enggak tau lah tentang itu semua. Sempet baca - baca juga mengenai perbandingan beberapa browser dari suatu majalah komputer. Tapi sayang sudah lupa materi nya waktu itu. :D

Kali ini saya iseng - iseng mencoba menangkap gambar dari ketiga browser yang pernah saya gunakan tersebut. Nah ini gambarnya 

Saya mengambil gambar Internet Explorer versi 6.0 , Mozilla Firefox  versi 2.0.0.14 , dan Safari 3.1.1 . Dari sisi tampilan, memang Safari memang lebih caem ya :D . Itu menurut saya lho. Bagaimana menurut Saudara ??

Bagi yang ingin mengenal bermacam - macam web browser, ini saya kasi link ( wikipedia ) :D

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini

Listen to “Statistik”

April 18, 2008 · 6 Comments

Dua hari yang lalu saya mengikuti dua mata kuliah yang berbeda. Dari kedua mata kuliah tersebut, saya mendengar sebuah kata yang cukup menyelenting telinga saya. Statistik. Saya juga bingung mengapa secara kebetulan kata tersebut diucapkan oleh kedua dosen mata kuliah tersebut. Ya sebuah kata yang mungkin acap kali didengar. Tapi kali ini menyelenting telinga saya.

Salah satu dosen mengaitkan kata statistik dengan suatu sistem politik dan tata kota. Beliau menyebutkan, dengan statistik seorang petinggi kota bisa tahu apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kotanya. Sebagai contoh mengenai perkiraan subsidi kesehatan rumah sakit. Seorang petinggi kota dapat memperkirakan berapa besar alokasi dana yang dikeluarkan melalui data penduduk, baik itu yang mampu atau yang tidak. Hal ini menjadikan alokasi dana tepat guna.

Dosen yang kedua mengaitkan statistik dengan penelitian - penelitian. Beliau menceritakan mengenai penelitian yang dilakukan di Sungai Nil. Penelitian tersebut dilakukan untuk mencari pola banjir yang diakibatkan oleh sungai Nil. Awalnya semua orang mengatakan “hanya Tuhan yang tahu” tapi penelitian tersebut tetap saja dilakukan. Alhasil walaupun membutuhkan waktu yang lama ( bisa sampai berabad - abad juga kalau mungkin ) ditemukanlah pola banjir tersebut. Dari situ beliau berkata ” Oleh karena itu penelitian apa pun dengan statistik dilakukan untuk meramalkan kejadian yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang “.

Beliau mengatakan juga ilmu statistik itu penting. Waduh.. :( padahal saya udah lupa ama ilmu statistik. Apalagi waktu ngambil kuliahnya cuman dapet nilai minim :D

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini

Indonesia Gemar Menyumbang

April 17, 2008 · 5 Comments

Rakyat Indonesia merupakan rakyat yang gemar berfilantropi. Filantropi merupakan kegiatan kedermawanan yang dapat berupa kegiatan menyumbang. Hal ini saya dengar ketika saya menyaksikan suatu acara di salah satu televisi swasta. Dikatakan pada tahun 2007 sebesar 98,6 % masyarakat merupakan masyarakat yang gemar berfilantropi. Data ini diambil dengan jumlah responden dari 11 Kota besar di Indonesia. Filantropi dapat dikatakan menjadi budaya dalam masyarakat. Hal ini membuat saya berpikir rakyat Indonesia ternyata penderma juga ya. Mungkin hal ini ada kaitannya dengan budaya masyarakat Indonesia. Kalau di Indonesia, ketika suatu keluarga kedatangan tamu dan keluarga tersebut sedang makan, maka tamu yang datang dipersilakan untuk makan. Kalau di luar negeri, tamu yang mau datang harus telpon dulu, kalo enggak telpon ga direken :D ( hanya guyon ). Awal mulanya filantropi dilakukan oleh personal, lalu diikuti oleh korporat - korporat yang mempunyai benefit yang cukup besar. Bahkan kini sering diwadahi oleh LSM. Para filantropis biasanya meminta feedback atas sumbangan yang dia berikan.

Filantropi rakyat bertuju pada kegiatan - kegiatan seni, budaya, bencana alam, pendidikan, agama dan ekonomi. Tetapi akhir - akhir ini pendidikan dan agama menjadi jarang dijadikan ajang berfilantropi. Hal ini berkaitan dengan semakin berkurangnya sarana tempat menyumbang untuk pembangunan tempat beribadah dalam bidang agama serta situasi akhir ini yang sedang Pilkada. Para Calon Ketua Daerah banyak sekali yang berjanji akan mengurangi biaya pendidikan. ( Alhasil , I don’t know ) Hal ini menjadikan rakyat lebih memilih kegiatan - kegiatan lainnya untuk berfilantropi. Alasan prestise bagaimana ?? Apakah sudah mirip artis Hollywood yang ingin mencari prestise?? Tampaknya trend Indo memang ada yang ke arah sana, tapi untuk saat ini belum begitu tampak.

Sayangnya moral positif bangsa kita ini menjadi rawan jika jatuh pada tangan - tangan yang tidak bertanggung jawab. Selain itu kegiatan filantropi yang masih belum teratur juga menjadi permasalahan. Hal ini menjadikan sering adanya no name dalam kegiatan filantropi. Selain itu ada pandangan yang menyebutkan bahwa kegiatan filantropi yang positif ini jangan sampai menciptakan pengemis - pengemis baru. Hal ini dilandasi dengan prinsip semakin banyak yang memberi semakin banyak pula yang menerima :D .

Sebagai arah ke depan, kegiatan filantropi dianjurkan terorganisir dengan baik dengan adanya lembaga - lembaga penyaluran seperti foundation. Selain itu adanya konsep investasi sosial dari kegiatan filantropi sehingga kegiatan tersebut cukup memberi arti yang bermanfaat bagi masyarakat.

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini

Mengatasi Trauma ( Liftnya dah bener )

April 12, 2008 · 5 Comments

Lanjutan dari posting sebelumnya, akhir akhir ini saya menjadi takut naik lift. Mungkin ini yang dinamakan trauma ( sedikit trauma ). Setiap kali diajak naik lift oleh teman, saya lebih memilih jalan kaki naik tangga saja. Apalagi sendirian naik lift, Woi ngerinya. :D Tapi berbeda kejadiannya tadi malam.

Ceritanya begini. Setelah pulang dari acara di lain tempat, saya pergi ke kampus untuk sekedar main saja. Saya mendengar teman teman saya akan mengadakan pesta Dota di kampus ( main dota maksudnya ). Jadi saya coba untuk datang ke lab. di lantai 4. Waktu itu menunjukkan pukul 21.45. Saya berpikir teman teman saya pasti masih di sana. Setelah sampai di kampus, saya langsung menuju ke labtek VIII. Ketika sampai di labtek VIII saya melihat beberapa orang hendak naik lift dari lantai satu. Saya berpikir nggak lagi deh naik lift ini dulu. Bahkan orang orang tersebut menunggu saya dengan menahan pintu agar tetap terbuka. Tapi saya melambaikan tangan, tanda tidak ingin naik lift tersebut. Saya lebih memilih naik tangga saja. Daripada ntar malam stuck di lift bakal tinggal di lift dah :D . Setelah sampai di lantai 4, saya tidak mendapati teman teman saya. Eh ternyata mereka tidak jadi bermain dan bermalam di lab. So saya jadi sendirian,  cuman ngenet2 ga jelas dan main game sendirian ga jelas. Tiba - tiba ada seorang senior datang. Hari itu sudah larut malam. Saya akhirnya ingin pulang dari lab. kira - kira pukul 00.15. Setelah keluar dari pintu lab, saya melihat lagi ke arah lift. Saya lalu berpikir, naik lift ga ya?? Pada saat itu lift sedang berada di lantai basement. Tiba - tiba tangan saya langsung menekan tombol lift. Saya memberanikan diri untuk naik lift, sendirian pula. Akhirnya pintu lift pun terbuka. Lalu saya menaikinya dan menekan tombol 2 yang artinya akan berhenti di lantai 2. Saya belum berani untuk berhenti di lantai 1. Lift pun berjalan. Saya sedikit cemas, terutama ketika di lantai 3 lift sempat menyendat. Fuih.. untunglah tidak stuck. Dan akhirnya terbuka lah pintu lift di lantai 2. Selamatlah saya. :D Yang saya heran mengapa saya nekat juga untuk naik lift. Mungkin karena saya udah capek dan kemaleman kali ya. Intinya saya sudah berhasil melawan rasa trauma saya walaupun cuman trauma sesaat saja.

Melihat dari kejadian ini, terbesit juga dalam benak saya apa yang dilakukan orang - orang yang ikut dalam acara televisi Fear Factor atau acara sejenis. Saya pernah melihat dalam acara televisi sebuah tantangan untuk orang yang takut akan hiu. Orang tersebut di tantang untuk berenang di perairan lepas sendirian membawa tongkat untuk memukul mulut ikan hiu. Ikan hiu akan pergi ketika kita berhasil menyentuh mulutnya. Dan orang tersebut berhasil, bahkan orang tersebut seorang cewek pula. Jadi intinya ketakutan bisa dilawan. Lawanlah ketakutanmu dengan aksi nyata. Jangan hanya berangan angan saja.

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini

Profesionalisme (admin mahasiswa)

September 28, 2007 · 7 Comments

Profesionalisme..
Bisa dibilang ini adalah tolok ukur untuk setiap individu dalam mengerjakan
tugasnya. Orang - orang akan semakin percaya ketika individu - individu
profesional menyelesaikan tugas dengan baik. Bahkan mungkin pula ada
penghargaan khusus bagi individu profesional tersebut, entah itu berupa
penghargaan fisik atau penghargaan non fisik. Individu - individu profesional
mampu menghasilkan pekerjaan yang sempurna, baik itu secara hasil maupun
secara proses.

Untuk menjadi seorang individu profesional tidaklah mudah. Dalam melakukan
profesinya, setiap individu pasti mengalami berbagai macam masalah. Masalah
- masalah itu dapat berupa masalah pekerjaan maupun masalah selain
pekerjaan. Dapat dikatakan, masalah timbul dengan sendirinya dalam
kehidupan setiap individu. Individu yang profesional mampu menangani
masalah dengan tidak mencampuradukan masalah. Sebagai contoh,Sun Tzu
berani menghukum anaknya sendiri ( yang menjadi kepala prajurit ) yang gagal
dalam menjalankan latihan perang. Satu prinsip strategi perang ditunjukkan
langsung oleh Sun Tzu di hadapan para prajuritnya. Bahwa dalam perang tidak
ada hak istimewa bagi keluarga atau anak jenderal. ( dikutip dari
http://www.pembelajar.com ).
Hal ini menunjukkan keberanian Sun Tzu untuk
tidak menghiraukan permasalahan lain dalam memecahkan permasalahan yang
satu ini.

Profesionalisme admin mahasiswa menjadi dilema pada banyak kasus. Admin
mahasiswa kini menjadi tren tersendiri, terutama di kampus - kampus. Harga
yang murah, tingkat keinginan yang masih tinggi, serta mudah menyesuaikan
menjadi nilai plus bagi mahasiswa. Kedua pihak merasa diuntungkan, baik itu
mahasiswa karena dapat belajar lebih, maupun kampus tidak perlu meng-hire
pegawai administrator jaringan yang notabene lumayan mahal. Hal ini membuat
mahasiswa merasa “senang sementara”. Tanggung jawab - tanggung jawab
yang diberikan dianggap sebagai suatu penghargaan lebih dalam kehidupan
mahasiswa.

Tetapi hal ini berubah seiring dengan meningkatnya permintaan dari pihak
atasan akan suatu hal. Mulai dari pekerjaan yang enteng - enteng sampai
pekerjaan yang sangat menyita waktu. Hal ini membuat waktu untuk kuliah
mahasiswa menjadi terbengkalai. Alhasil, lulus terlambat, nilai jadi amblok dan
lain sebagainya.

Mahasiswa tidak dapat menyalahkan antara profesinya sebagai admin maupun
posisinya sebagai mahasiswa pada umumnya. Profesionalisme mahasiswa
dalam hal ini dipertanyakan. Sebagai mahasiswa, individu tersebut wajib
melakukan segala bentuk pengajaran. Bolos kuliah, tidak mengerjakan
pekerjaan rumah, tidur di kelas merupakan contoh yang salah dalam sistem
pengajaran yang salah. Hal ini banyak dialami oleh beberapa admin mahasiswa,
tentunya tidak semua. Sebagai admin mahasiswa, individu tersebut melakukan
tugasnya untuk mengurusi jaringan, mengatasi masalah jaringan, mengatasi
masalah klien. Hal ini merupakan suatu pekerjaan yang menyenangkan
sekaligus mampu meng-upgrade kemampuan skill dan pengalaman mahasiswa.
Walaupun pihak atasan tidak memaksa mahasiswa untuk melakukan setiap
tugas sebagai admin mahasiswa, admin mahasiswa terus berupaya untuk
memberikan yang terbaik pada atasan. Mungkin ini dikarenakan harga diri dan
keinginan menyelesaikan masalah yang ada pada admin mahasiswa.
Tetapi terkadang ada mahasiswa yang berkata “Mana profesionalisme mu
sebagai mahasiswa?”. “Lihat tuh IP mu!”. “Ngapain kalian begituan?”
Hahaha.. bagi saya ini ga jadi masalah. Toh yang penting saya senang. Tetapi
nggak sedikit juga mahasiswa lain yang ngomong “Ajarin gua donk”. “gimana
ya caranya jadi admin”. “Min mau tanya …”Yah.. kalimat ini yang tentunya
menjadikan admin mahasiswa menjadi bangga. :D

Untuk profesionalisme dari sisi mahasiswa dan pekerjaan admin mahasiswa intinya adalah pengaturan waktu dan keberanian bersikap tegas. Hal ini membuat profesionalitas mahasiswa dan admin mahasiswa menjadi jelas dan tidak saling mengganggu.

Sekian.

Terima Kasih.

-nanta-

Categories: Opini

Multivendor VS Singlevendor

September 19, 2007 · 4 Comments

Menurut saya, penggunaan Multivendor dalam sistem informasi sangat bermanfaat. Setiap vendor memiliki kelebihan masing - masing, baik itu dari segi software maupun hardware. Hal ini membuat penggelar sistem informasi harus lebih berpikir secara tepat untuk memilih vendor mana yang akan digunakan dalam sistemnya. Sehingga sistem yang dibuat dapat menghasilkan hasil yang sempurna. Dengan menggunakan multivendor, diperlukannya suatu tenaga riset untuk memilih penggunaan vendor mana saja yang akan digunakan. Walaupun sedikit susah untuk integrasi setiap vendor, tetapi telah banyak terdapat standarisasi yang digunakan untuk membuat vendor – vendor dapat terintegrasi.

Sebagai contoh penggelaran proyek infrastruktur telekomunikasi, dimana orang familiar dengan produk cisco. Hal ini dikarenakan produk cisco memiliki sertifikasi penggunaan dan produk yang berkualitas. Hal ini mengakibatkan banyaknya SDM yang menguasai produk dari cisco sehingga memudahkan dalam pembangunan infrastruktur internet. Tetapi ada juga produk lain seperti Juniper yang katanya memiliki pemrosesan paket yang sangat cepat. Belum lagi produk dari vendor yang lain seperti Infinera, Alcatel dan lain – lain. Begitu juga halnya dengan pemilihan software yang terbangun untuk server ataupun utilitas alat – alat perusahaan.

Dari pengalaman saya kerja praktek di suatu perusahaan telekomunikasi, ketika suatu vendor ingin menawarkan produknya untuk digunakan dalam infrastruktur jaringan dalam perusahaan tersebut, diperlukan adanya testing dan trial. Hal ini membuat setiap vendor yang ingin memenangkan tender berjuang mati – matian. Sehingga selain persaingan yang fair, pihak perusahaan mendapatkan keuntungan juga untuk mengeksplorasi sistem yang telah dibuat oleh masing – masing vendor.

Jadi penggunaan multivendor dalam pengembangan sistem menurut saya sangat bermanfaat baik itu dari segi vendor sehingga semakin memperbaiki kualitas produknya maupun dari sisi customer untuk dapat menghasilkan performa dan kualitas servis yang terbaik.

Categories: Opini