Posted by: Nanta on: September 5, 2010
Halo!!!
Sudah lama tidak terupdate.. hohoho..
Kali ini saya ingin bercerita mengenai tontonan televisi. Setelah nonton MotoGP San Marino, iseng – iseng saya mengganti channel televisi. Tak disangka saya mendengar suatu bahasa yang cukup menggelitik telinga saya. Ups.. Telinga koq digelitikin, yang digelitikin itu harusnya kakinya. Tapi daripada kaki digelitikin lebih baik dipijat saja.. hohoho.. koq jadi ngelantur gini. Balik ke topik, Ya benar bahasa yang menjadi bahasa sehari – hari saya di kampung halaman saya, Boso Jowo. Boso Jowo menjadi bahasa yang familiar bagi saya dan cukup menggelitik terutama Boso Jowo Timuran. Channel nya tak lain adalah channel JTV. Acaranya cukup menarik yaitu Sulap. Yang menjadikan acara ini menarik yaitu Sulap Bule yang di dubing dengan Boso Jowo.. hohoho.. jadi lucu dan aneh mendengarnya. Teringat akan video – video lucu Grammar Suroboyo..hehehe..
Boso Jowo sebenarnya bahasa yang lazim digunakan di wilayah Jawa. Seperti halnya bahasa daerah lain, bahasa ini menjadi bahasa yang digunakan di daerahnya yaitu Jowo. Ditilik dari penggunanya, Boso Jowo memiliki bermacam – macam jenis. Sama halnya dengan Eropa yang langsung mengetahui asal seseorang dari logatnya, Boso Jowo juga dapat membedakan asal orang – orang Jawa. Mulai dari Jawa Tengahan, Jawa Timuran, Jogja, sampai bahasa ngapak asal Tegal.
Dari semuanya itu, Boso Jowo merupakan suatu kekayaan yang patut dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Berangan – angan jika suatu saat Boso Jowo menjadi Bahasa Internasional. Bakal ngakak habis melihat Presiden Jepang bicara pake Boso Jowo. Ogenki Desu Ka?? diganti ” Piye Kabare Cuk?? “ hahahaha…
-Nanta-
June 22, 2011 at 9:14 am
Hohoho… apik, cuk.
Selain acara sulap, sepertinya ada lagi acara di JTV yang menarik, yaitu BECAK JTV. Lucu tenan iku cuk. wkwkwk…
Wah, kangen sama nona ana.