Hallo Anantha

Mengatasi Trauma ( Liftnya dah bener )

April 12, 2008 · 5 Comments

Lanjutan dari posting sebelumnya, akhir akhir ini saya menjadi takut naik lift. Mungkin ini yang dinamakan trauma ( sedikit trauma ). Setiap kali diajak naik lift oleh teman, saya lebih memilih jalan kaki naik tangga saja. Apalagi sendirian naik lift, Woi ngerinya. :D Tapi berbeda kejadiannya tadi malam.

Ceritanya begini. Setelah pulang dari acara di lain tempat, saya pergi ke kampus untuk sekedar main saja. Saya mendengar teman teman saya akan mengadakan pesta Dota di kampus ( main dota maksudnya ). Jadi saya coba untuk datang ke lab. di lantai 4. Waktu itu menunjukkan pukul 21.45. Saya berpikir teman teman saya pasti masih di sana. Setelah sampai di kampus, saya langsung menuju ke labtek VIII. Ketika sampai di labtek VIII saya melihat beberapa orang hendak naik lift dari lantai satu. Saya berpikir nggak lagi deh naik lift ini dulu. Bahkan orang orang tersebut menunggu saya dengan menahan pintu agar tetap terbuka. Tapi saya melambaikan tangan, tanda tidak ingin naik lift tersebut. Saya lebih memilih naik tangga saja. Daripada ntar malam stuck di lift bakal tinggal di lift dah :D . Setelah sampai di lantai 4, saya tidak mendapati teman teman saya. Eh ternyata mereka tidak jadi bermain dan bermalam di lab. So saya jadi sendirian,  cuman ngenet2 ga jelas dan main game sendirian ga jelas. Tiba - tiba ada seorang senior datang. Hari itu sudah larut malam. Saya akhirnya ingin pulang dari lab. kira - kira pukul 00.15. Setelah keluar dari pintu lab, saya melihat lagi ke arah lift. Saya lalu berpikir, naik lift ga ya?? Pada saat itu lift sedang berada di lantai basement. Tiba - tiba tangan saya langsung menekan tombol lift. Saya memberanikan diri untuk naik lift, sendirian pula. Akhirnya pintu lift pun terbuka. Lalu saya menaikinya dan menekan tombol 2 yang artinya akan berhenti di lantai 2. Saya belum berani untuk berhenti di lantai 1. Lift pun berjalan. Saya sedikit cemas, terutama ketika di lantai 3 lift sempat menyendat. Fuih.. untunglah tidak stuck. Dan akhirnya terbuka lah pintu lift di lantai 2. Selamatlah saya. :D Yang saya heran mengapa saya nekat juga untuk naik lift. Mungkin karena saya udah capek dan kemaleman kali ya. Intinya saya sudah berhasil melawan rasa trauma saya walaupun cuman trauma sesaat saja.

Melihat dari kejadian ini, terbesit juga dalam benak saya apa yang dilakukan orang - orang yang ikut dalam acara televisi Fear Factor atau acara sejenis. Saya pernah melihat dalam acara televisi sebuah tantangan untuk orang yang takut akan hiu. Orang tersebut di tantang untuk berenang di perairan lepas sendirian membawa tongkat untuk memukul mulut ikan hiu. Ikan hiu akan pergi ketika kita berhasil menyentuh mulutnya. Dan orang tersebut berhasil, bahkan orang tersebut seorang cewek pula. Jadi intinya ketakutan bisa dilawan. Lawanlah ketakutanmu dengan aksi nyata. Jangan hanya berangan angan saja.

Categories: Crita Singkat · INFO UMUM · Opini

5 responses so far ↓

Leave a Comment